|
326 Satwa kebun Binatang Surabaya mati merana |
|
|
|
|
Wednesday, 01 September 2010 18:10 |
|
Sengketa pengurus Kebun Binatang Surabaya berimbas pada kematian 326 satwa. Sekitar 30 persen satwa mati karena stres, kurang makan, kandang kotor, overpopulasi, dan salah penempatan. Ketua Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia, Tonny Sumampouw, mengatakan, Kebun Binatang Surabaya perlu dikembalikan ke fungsi semula sebagai lembaga konservasi dan sarana pendidikan bagi pengunjung.
"Banyaknya satwa yang mati akibat buruknya pengelolaan KBS. Karena itu, kami memutuskan mengambil alih sementara, sampai ada kesepakatan bersama di antara kedua pihak yang bertikai," kata Tonny di Surabaya, Selasa (18/5). Tonny juga menyarankan pembenahan pengelolaan keuangan Kebun Binatang Surabaya. Dia menduga terjadi kebocoran dalam pengelolaan keuangan. Masuknya sebagian karyawan sebagai stake holder membuat manajemen tidak bisa tegas dan jelas merugikan Kebun Binatang Surabaya.
Humas Kebun Binatang Surabaya Agus Supangkat mengatakan, saat ini memiliki 4.000 satwa. Pihaknya sudah berusaha mengurangi overpopulasi melalui program pertukaran satwa. Soal kandang, sudah berusaha membersihkan dan menyemprotkan obat untuk kekebalan satwa.(red) |
|
Last Updated on Wednesday, 01 September 2010 18:23 |
|
|
Wednesday, 04 August 2010 10:50 |
|

KAMI MENGHARAPKAN KESEDIAAN UNTUK KEHADIRANYA WALAUPUN BELUM MENERIMA UNDANGAN DARI PANITIA DAN UNTUK MENYEBARKAN INFORMASI INI KEPADA SAUDARA MAHAPALA LAINNYA.
CP : Agung susanto (M-448-HK) : 085655311178
Muhammad Junaidi (M-461-GA) : 085732463455
Indria santi dewi (M-459-GA) : 081359326359
Pondok MAHAPALA : 031-8796901 |
|
Last Updated on Wednesday, 25 August 2010 13:36 |
|
|
|